Semarak Tumbilotohe Terangi Malam Kota Gorontalo, Warga Tomas Antusias Rayakan Tradisi


Suasana malam di Kota Gorontalo berubah menjadi lautan cahaya saat tradisi Tumbilotohe kembali digelar menjelang akhir bulan Ramadan. Di wilayah Tomas, ribuan lampu minyak kelapa yang tersusun rapi di halaman rumah warga, jalanan, hingga masjid menciptakan pemandangan yang memukau.
Warga setempat tampak antusias mengikuti tradisi tahunan ini. Sejak sore hari, masyarakat mulai memasang lampu-lampu botol dan menghias lingkungan dengan berbagai ornamen khas. Anak-anak hingga orang tua turut terlibat, menjadikan Tumbilotohe bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen mempererat kebersamaan.
Menurut tokoh masyarakat Tomas, pelaksanaan tahun ini terasa lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Selain partisipasi warga yang meningkat, banyak pengunjung dari luar daerah datang untuk menyaksikan keindahan cahaya Tumbilotohe secara langsung.
Tradisi Tumbilotohe sendiri memiliki makna mendalam bagi masyarakat Gorontalo, sebagai simbol penerangan hati dalam menyambut malam Lailatul Qadar. Cahaya lampu minyak menjadi lambang harapan, doa, dan kebersihan jiwa menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah setempat juga memberikan dukungan dengan mengadakan lomba hias lampu antar lingkungan. Hal ini semakin menambah semarak suasana serta mendorong kreativitas warga dalam melestarikan budaya lokal.
Dengan gemerlap cahaya yang menghiasi setiap sudut Tomas, Tumbilotohe kembali membuktikan dirinya sebagai warisan budaya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna spiritual dan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *