PETI MERUSAK LAHAN PERTANIAN, PEMDA DUKUNG PENERTIBAN DAN SIAPKAN BANTUAN UNTUK PETANI

tuladu.com – Gorontalo – Kepala Dinas Pertanian Pohuwato, Kamri Alwi, mengakui bahwa aktivitas PETI di hulu sungai telah menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian dan membuat petani di Desa Duhiadaa terus menanggung kerugian. Dengan bukti nyata berupa sawah yang terbengkalai, air irigasi yang bercampur lumpur, dan gagal panen yang berulang. Dampak ini tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah.

Menurut Kamri, bibit yang ditanam sering membusuk dan hasil panen tidak layak untuk dijual, sehingga banyak petani terpaksa menghentikan aktivitas mereka karena biaya tanam tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Pemerintah daerah sedang menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk membantu petani terdampak, seperti skema pinjaman modal bekerja sama dengan Bank Sulut senilai Rp5 juta hingga Rp7,5 juta per petani. Selain itu, juga akan dilaksanakan program perlindungan melalui asuransi pertanian dan penyediaan bantuan benih cadangan.

Meskipun siap memberikan bantuan, pemerintah daerah menegaskan bahwa upaya ini tidak akan efektif selama aktivitas PETI masih berlangsung. Oleh karena itu, dukungan terhadap langkah tegas Polri dalam memberantas PETI sangat kuat. Namun, tantangan tetap ada karena sebagian masyarakat menggantungkan penghidupan dari aktivitas tambang ilegal. Pemerintah berharap dengan penertiban yang menyeluruh dan adanya program pendampingan ekonomi, masalah PETI dapat teratasi dan petani dapat kembali menjalankan aktivitas pertanian dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *