tuladu.com – GORONTALO – Polda Gorontalo berhasil menyelenggarakan Kegiatan Pasar Murah Bersubsidi pada hari Kamis (12/03/2026), sebagai bentuk dukungan nyata bagi masyarakat Provinsi Gorontalo dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini tidak hanya memudahkan akses terhadap kebutuhan pokok sehari-hari, namun juga berperan penting dalam menjaga kestabilan kondisi pasar di wilayah ini.
Sasarannya tidak lain adalah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan suci serta menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mengingat bahwa periode menjelang lebaran kerap kali diikuti peningkatan permintaan yang berpotensi mendorong kenaikan harga secara signifikan, penyelenggaraan pasar murah subsidi ini diharapkan mampu melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Sebanyak 1500 paket kupon telah dibagikan dengan aturan yang transparan, di mana setiap pemegang KTP hanya berhak mendapatkan satu kupon saja. Setiap kupon tersebut mencakup tujuh jenis komoditi dengan total nilai Rp 95.000, yang disusun untuk mencukupi kebutuhan dasar rumah tangga jelang momen spesial. Sistem ini diterapkan untuk memastikan bahwa manfaat program dapat dirasakan secara merata dan tepat sasaran, terutama oleh masyarakat yang kurang mampu.
Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo menjadi penyedia utama komoditi bersubsidi dengan harga yang sangat terjangkau, antara lain beras seharga Rp 25.000 per 5 Kilogram, minyak goreng Rizky Premium Rp 10.000 per Liter, gula pasir Rp 10.000 per Kilogram, telur ayam Rp 10.000 per 10 Butir, cabe rawit merah Rp 10.000 per ½ Kilogram, bawang merah Rp 10.000 per ½ Kilogram, serta ayam boiler Rp 20.000 per ekor. Selain itu, PT. Wahan Tirta Sari, Bulog KC Gorontalo, dan PT. Alfa Mart juga turut berperan dengan menawarkan produk mereka seperti minyak goreng merek lain, sabun, ikan kaleng, minuman kemasan, sirup, dan susu dengan harga yang kompetitif. Perlengkapan serta alat rumah tangga juga menjadi bagian dari barang yang ditawarkan. Secara keseluruhan, program pasar murah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memberikan kepedulian yang nyata bagi masyarakat Provinsi Gorontalo di tahun 2026.
