tuladu.com – Gorontalo – Suasana perayaan tradisi Malam Qunut di Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo kembali meriah pada Rabu (04/03/2026). Tradisi tahunan yang telah menjadi bagian penting dari identitas budaya dan religius masyarakat lokal ini kerap menjadi kegiatan yang antusias ditunggu oleh warga Gorontalo setiap memasuki bulan Ramadan, membawa atmosfer kebersamaan dan kekuatan spiritual yang mendalam.
Ratusan pengunjung dari Desa Payunga dan wilayah sekitar berkumpul di area sekitar Lapangan Porbat Batudaa sejak menjelang malam hari. Setelah salat tarawih yang dilaksanakan bersama di masjid-masjid sekitar selesai, masyarakat berdatangan ke lokasi acara untuk meramaikan rangkaian kegiatan yang telah diatur dengan matang. Banyak yang datang bersama keluarga dan kerabat, membawa anak-anak untuk mengenalkan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi ini.
Tokoh agama Batudaa, Yusuf Mansur, secara langsung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama pelaksanaan Malam Qunut. Dalam sambutannya sebelum dimulainya acara utama, ia menyampaikan bahwa tradisi yang penuh berkah ini harus diikuti dengan rasa kesadaran untuk menjaga keharmonisan dan ketenteraman. Ia mengimbau agar setiap peserta saling menghargai, menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu kelancaran acara, dan selalu menjaga nama baik daerah serta agama yang dianut.
Selain ajakan menjaga ketertiban, Yusuf Mansur juga menekankan bahwa Malam Qunut bukan hanya sekadar acara budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan silaturahmi dan memperdalam nilai-nilai keagamaan. Suasana meriah tetap terjaga dengan baik berkat kerja sama antara masyarakat, tokoh agama, dan pihak keamanan yang siap siaga. Banyak pengunjung yang menyatakan rasa syukur dapat merayakan tradisi ini dengan aman dan kondusif, serta berharap acara ini terus dapat dilestarikan untuk generasi mendatang.
