Langsung ke konten utama

Pemuda dipandang sebelah mata dan alergi terhadap kritikan, siapa lagi kalau bukan pemerintah

Seringkali kita mendengar "kami ingin pemuda bisa bersinergi dan memberikan kontribusi terhadap desa maupun daerah ." Ucap pemerintah!

Akan tetapi ketika pemuda memberikan kontribusinya, bersinergi, memberikan gagasan, malah tidak mendapatkan apresiasi bahkan di anggap enteng.

Berkontribusi, itu tentu menjadi ultimatum dan beban moril bagi para pemuda, kata berkontribusi berarti suatu tindakan baik itu secara subtansial maupun secara administratif. 

Sebuah kisah, di beberapa kesempatan ketika ada pemuda yang sering mengkritisi memberikan sumbangsih pikiran terhadap pembangunan desa, mereka hanya menganggap itu sebuah penganggu, entah menganggu kepentingan kelompok, kolega atau pribadi. Kemudian dalam kesempatan berikutnya mereka tidak lagi mengundang bahkan mengajak para kaum muda itu.

Padahal kita tahu bersama merawat pemuda, memberikan ruang bagi pemuda adalah salah satu faktor dalam membangun desa. Pemuda Ialah investasi untuk kemajuan SDM daerah.

Sedikit banyaknya pemuda memang belum paham mengenai organisasi, banyak yang belum paham tentang regulasi tetapi yakin dan percaya sedikit banyaknya juga ada pemuda yang sedang memikirkan, mengalisa pembangunan desa.

Ketika pemerintah sangat alergi dengan koreksi maka bersiaplah tidak akan ada kemajuan dalam suatu masyarakat atau daerah itu sendiri.

Menurut saya "kritikan adalah alarm agar kita bisa bangun dan sadar akan kehidupan." Ketika tidak ada lagi kritik mengkritik maka kita akan terus terjerumus pada lingkaran yang tidak membawa kita pada kemajuan.

Kalau di pandang sebelah mata, mending buta sekalian. !

Oleh : Sahril Anwar Tialo



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kader?

Kader ialah seseorang atau individu yang telah selesai dalam tahapan perekrutan dalam sebuah organisasi. Pun kader dipahami sebagai seseorang yang dapat di percaya untuk melanjutkan cita-cita organisasi, tujuan kelompok, dan kepentingan lainnya. Banyak yang salah mengartikan fungsi kader secara subtansi, karena mungkin tujuannya masuk dalam sebuah organisasi hanya persoalan eksistensi semata dan ingin mendapatkan pengakuan oleh organisasi tersebut. Organisasi tidak pernah membatasi kader dalam berkreasi, pun bercita-cita, organisasi hanya ingin terus di hidupkan.  Organisasi tau setiap kader punya batas kadar berpikirnya, tapi bukan itu yang paling utama dalam penunjang organisasi, organisasi bisa hidup karena perpaduan pemikiran, organisasi bagian dari lahirnya humanis. Salahnya, kader yang hanya bermodalkan pengakuan organisasi atau eksistensi semata, tidak menitikberatkan moril  berorganisasi. Adapun istilah yang sering kita dengar yakni "kader Lepas", kader Lepas itu menu...

Paguyubanku

Secara definisi kata paguyuban merupakan sekumpulan orang yang terikat dengan kekeluargaan, solidaritas tinggi, dan saling menjaga satu sama lain. Kerapkali juga kita mendengar kata paguyuban selalu di gaungkan sebagai organisasi mahasiswa yang bermuara di daerah dan seluruh kegiatannya itu pada eksternal kampus (diluar kampus). Di daerah saya khususnya kec. Botumoito, kab. Boalemo, Prov. Gorontalo ada organisasi paguyuban kecamatan yakni bernama  Forum Revolusi Mahasiswa BotumoitoBotumoito (FRMB), organisasi ini berdiri sejak tanggal 10 maret 2019. Berbicara tentang organisasi berarti identik dengan pengkaderan, pengkaderan adalah proses atau tahapan yang harus di ikuti untuk bisa masuk dalam organisasi tersebut. Organisasi ini menjadi organisasi yang pertama kali saya kenal dan saya geluti, selepas saya mengikuti pengkaderan tersebut saya merasakan banyak hal baru yang sebelumnya belum pernah saya rasakan dan dapatkan. Seperti teman-teman baru, situasi baru, kekeluargaan atau sol...

Ketua Paguyuban FRMB Boalemo angkat bicara terkait pembayaran gaji guru honorer yang hanya Rp. 100 ribu saja

 Miris telah hilang hati Nurani pemerintah daerah kabupaten Boalemo, gaji guru honorer non database hanya di bayar Dengan Rp. 100 ribu perbulan melalui dana BOS, padahal sebelumnya gaji yang di terima sebesar Rp. 950 ribu perbulan melalui Dinas pendidikan. Saya selaku ketua umum forum revolusi mahasiswa botumoito mengecam keras kepada pj bupati Boalemo dan kepala dinas pendidikan atas kebijakan yang tidak manusiawi ini. Profesi guru adalah sumber pengetahuan untuk seluruh anak-anak bangsa di Indonesia, guru ialah profesi yang mulia, mereka punya peran yang sangkat penting dalam pembentukan karakter anak bangsa. Kalau guru di perlakukan seperti ini, kami tidak akan tinggal diam. Saya berpikir pj bupati Boalemo dan kepala dinas pendidikan tidak tamat pelajaran matematika, dengan gaji Rp. 100 Ribu/bulan apakah cukup untuk kebutuhan sehari-hari? Tentu tidak, bahkan ini tidak rasional. Kalau tidak ada respon atau kebijakan dalam waktu dekat ini, kami akan mendatangi kantor bupati dan di...